Cara Menanam Saham BUMN dengan Strategis


    Cara Menanam Saham BUMN dengan Strategis


    Sebagian orang masih menganggap membeli saham membutuhkan uang yang cukup banyak, terutama saham BUMN. Dengan keuntungan yang dapat mencapai triliunan, BUMN membuka sahamnya secara publik. Bagi investor dengan cadangan modal yang banyak, berinvestasi di BUMN dapat menjadi pilihan yang tepat. Kekayaan yang dikelola BUMN membuat BUMN selalu mendapatkan untung cukup besar. 

    Menanam saham bukan hal sulit bagi mereka yang memiliki dana memadai. Namun, apakah individu yang memiliki modal kecil juga dapat berinvestasi untuk saham BUMN? Jawabannya adalah, tentu saja bisa. Terlebih BUMN juga terdaftar di Reksadana. Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut cara berinvestasi saham BUMN, Anda dapat membaca artikel tentang menanam saham BUMN di bawah ini.

    Saham BUMN dan Segala Fleksibilitasnya

    Seperti yang kita ketahui, BUMN adalah singkatan dari badan usaha milik negara. BUMN diamanatkan oleh negara melalui UUD 1945 untuk mengelola dan mengurus kekayaan milik negara. Seperti perusahaan lain, BUMN juga memiliki saham. Saham yang dikeluarkan diatur dalam pertemuan komisaris perusahaan.


    Bicara seputar saham, saham BUMN sendiri merupakan saham blue chip. Pembelian saham blue chip tidak berisiko tinggi. Jumlah kenaikan nominal saham BUMN juga termasuk lambat. Namun saham BUMN memiliki opsi buyback yang membuat mereka kebal grafik terjun bebas. Ada beberapa kelenturan yang membuat Anda cukup leluasa menentukan perencanaan.


    1. Opsi Buyback 

    Buyback atau pembelian kembali adalah salah satu upaya yang dilakukan sebuah perusahaan untuk mencegah turunnya nilai saham. BUMN biasanya melakukan buyback jika perusahaan mengalami penurunan grafik, baik dengan tiba-tiba atau sudah terprediksi. Buyback lalu akan masuk ke saham treasury dan jadi cadangan modal. Ini keuntungan bagi investor karena harganya akan aman dan terjaga.


    2. Saham Blue Chip

    Apakah Anda tahu saham blue chip? Saham blue chip adalah saham yang memiliki nilai konstan sesuai dengan pengujian kesolidan yang dilakukan dalam beberapa kurun waktu. Dengan titel saham blue chip ini, harga saham perusahaan telah terbukti ikut menduduki peringkat-peringkat pertama dalam bursa saham. Beberapa BUMN yang sahamnya blue chip yaitu BRI dan Jasa Marga.


    3. Menyesuaikan dengan Belanja Pemerintah

    Dalam membelanjakan anggaran yang telah ditentukan, pemerintah harus menghabiskan anggaran sesuai apa yang sudah direncanakan. Bagaimanapun caranya, uang yang diberikan harus cukup dan habis. Entah akan kurang atau lebih. Ini merupakan sebuah keuntungan karena artinya pemerintah selalu aktif mengonsumsi sehingga sahamnya terus bergerak mengikuti perkembangan kegiatan ekonomi. 

    Langkah Tepat Berinvestasi Saham BUMN

     

    Dalam sejarahnya, saham BUMN juga pernah mengalami penurunan yang cukup drastis. Walaupun tertutupi oleh aktivitas buyback yang dilakukan pemerintah, tetap saja kepercayaan investor sulit dikembalikan seperti semula. Hal tersebut membuat pemerintah harus memberi kelonggaran agar saham terjual. Ini juga yang harus membuat Anda teliti dalam mengambil lembar saham BUMN.


    Ketika akan memilih saham BUMN, Anda harus memahami bahwa kenaikan yang ada pada saham BUMN cenderung lambat. Sehingga, Anda tidak bisa terburu-buru menunggu hasil dari modal yang telah Anda tanamkan. Jika Anda memang ingin melihat hasil investasi dalam jangka waktu pendek, Anda dapat membeli saham perusahaan swasta. 


    Saham BUMN juga termasuk saham favorit di kalangan investor asing. Memahami bahwa belanja pemerintah penting bagi jalannya ekonomi negara, para investor asing banyak yang berburu saham BUMN. Tentu, saham BUMN juga dapat menjadi pilihan bagi Anda yang sedang menekuni investasi saham. Semoga artikel tentang cara menanam saham BUMN secara strategis ini dapat membantu Anda.

    Baca juga:

    No comments for " Cara Menanam Saham BUMN dengan Strategis"

    Berlangganan via Email