Cara Trading Saham Agar Tidak Salah Langkah




    Bagi mereka yang sudah menggeluti dunia saham sejak lama, trading saham sama bukan masalah yang begitu besar. Karena telah mengalami pahit manisnya bermain instrumen investasi ini, trading saham dapat direncanakan secara logis. Namun, bukan berarti pengetahuan itu tak perlu diasah lebih tajam kembali. Pemahaman atas trading saham harus genap dan menyeluruh.

    Ambil salah langkah sekali saja dapat menguras keuntungan yang telah kita kumpulkan. Terlebih saham yang diwujudkan ke dalam bentuk modal hanya dapat terlihat apabila terjadi penjualan, tidak terlihat secara fisik. Potensi hilangnya lebih besar dibandingkan dengan instrumen investasi lain. Maka dari itu, di bawah ini kami telah menjabarkan cara trading saham agar tidak salah langkah.

    Dasar Yang Perlu Diperhatikan dalam Trading Saham

    Anda mungkin lebih sering mendengar investasi saham dibanding trading saham. Keduanya secara general sebenarnya sama, yaitu menyimpan saham untuk tujuan keuntungan. Namun dalam pelaksanaannya, trading saham menjual kembali saham yang telah dibeli. Nantinya, saham tersebut akan disetor pada akun broker saham.

    Disandingkan dengan investasi, trading dapat dibilang lebih menantang dan menguntungkan. Dalam investasi, kita hanya perlu membaca grafik dan kekuatan saham. Tetapi dalam trading, keuntungan yang didapatkan lebih jelas karena diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual. Sehingga perlu ada strategi yang lebih matang. Berikut beberapa dasar yang perlu diperhatikan dalam trading saham.

    1. Membuat Akun Broker

    Dalam trading saham, tentu Anda harus memiliki akun broker untuk menjual saham yang kelak akan Anda beli. Pilihlah platform yang terpercaya. Jangan sampai Anda merasa dibohongi oleh perusahaan sekuritas. Beberapa ulasan terpercaya dari pengamat saham tentang perusahaan sekuritas dapat menjadi acuan Anda untuk memutuskan di mana Anda harus membuat akun broker.

    2. Waspadai Saham Gorengan

    Dalam trading saham, tentu Anda berharap mendapatkan selisih yang besar dari harga beli dengan harga jual. Namun Anda perlu hati-hati bahwasanya ada beberapa saham yang direkayasa untuk mempermudah penjualannya. Saham ini biasa disebut saham gorengan, yang diolah ulang untuk kepentingan bisnis pihak tertentu. Hindari latah membeli saham yang harga sebelumnya rendah, namun tiba-tiba meroket.

    3. Pahami Market Order dan Limit Order

    Saat Anda trading saham, Anda harus paham mekanisme market order dan limit order. Dalam situs broker online, biasanya Anda akan ditawari untuk memilih salah satu dari keduanya. Market order, biasanya akan mengarahkan Anda untuk melakukan transaksi dengan harga paling bagus. Sedangkan limit order sendiri menunjukkan Anda pada penjualan saham saat harganya sedang melonjak.


    Agar Tidak Gagal dalam Trading Saham

    Kasus trading saham berujung penipuan membuat banyak orang memikirkan kembali untuk terjun ke bisnis ini. Sebenarnya, modal awal untuk menghindari kesalahan saat trading saham adalah dengan teliti mempelajari hal-hal yang berkaitan. Cut loss, order, harus dipahami dengan baik agar tidak salah persepsi. Anda bisa salah langkah jika minim pengetahuan.

    Ketika saham yang akan diperjualbelikan mengalami selisih yang cukup besar, Anda dapat menahan harga tersebut terlebih dahulu. Jangan tunggu untuk harga yang lebih tinggi lagi. Dinamika saham sangat aktif. Akibatnya jika Anda menunggu nominal untuk semakin menanjak, Anda akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan. 

    Ada beribu alasan untuk tidak menggeluti trading saham. Risikonya yang besar dan signifikan membuat banyak orang ragu untuk memulainya. Di satu sisi, trading saham membuka kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih melimpah. Anda perlu meyakinkan diri dan mempersiapkan kemungkinan terburuk saat trading saham. Untung atau tidaknya trading saham, semuanya kembali lagi pada Anda

    No comments for " Cara Trading Saham Agar Tidak Salah Langkah"

    Berlangganan via Email